ANCAMAN RADIKALISME KAUM MUDA

Penggunaan kekerasan demi agama tren nya semakin meningkat. Sejumlah hasih hasil penelitian yang ada menunjukkkan, sebagian kaum muda sekarang terjangkiti radikalisme bahkan terorisme. Menghadapi kenyataan tersebut Pimpinan Pemuda Muhammadiyah bekerja sama dengan Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) Kab. Cilacap menggelar Dialog Keagamaan Publik bertempat di Gd. Muhammadiyah (Rabu, 12/12, 2012). Dengan pemrasaran dialog tersebut antara lain: Romo Carolus mewakili gereja santo stevanus, kemudian Ahmad Syabiq dari fisip Unsud dan H. Ambar Wiyadi dari Muhamadiyah.

Bupati Cilacap rencananya hadir diacara tersebut, kenyataannya diwakilkan Kabag Kesra setda, Drs. Kosasih. Dalam pembukaannnya yang disampaikan Ketua Pemuda Muhammadiyah dikatakan Pelbagai hasil penelitian dikalangan anak muda dan siswa yang dilakukan beberapa lembaga melukiskan “awan gelap nan pekat” bagi bangsa ini untuk beberapa tahun kedepan. Dengan mengutip Hasibullah Sastrawi dalam Radikalisasi Tunas Muda (kompas, 31/12, 2011) menyampaikan hasil pemetaan sederhana setelah mengisi materi islam Rahmatan Lil”alamin untuk Aktivis kerohanisan Islam (Rohis) seindonesia dalam acara  yang diadakan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, ditemukan secara umum mereka dapat dikatakan berpotensi radikal, bahkan bisa dipastikan, ada 2 sampai 3 dari setiap kelas (satu kelas 50 orang) yang sudah positif terjangkit ideology radikal. Temuan tersebut, setidaknya dapat dilihat dari penggunaan yel-yel ketuhanan yang tak pada tempatnya, semangat kembali kepada Alqur”an dan sunnah yang menggebu tanpa tahu jalan yang harus ditempuh menuju dua kitab suci itu.

Kemudian hasil penelitian LaKIP tentang radikalisme dikalangan siswa dan guru Di Jabodetabek sebanyak 50 % siswa yang disurvey pada Oktober 2010 –januari 2011 menyatakan setuju dengan penggunaaan kekerasan demi agama. Lalu ditambah hasil penelitian Sidney Jones dari international Crisis Group menyajikan fakta, aksi-aksi teror belakangan dilakukan oleh kelompok kecil sekarang menjadi tren jihad. Kelompok ini anggotanya hanya sekitar 10 anak SMA. Mereka mengebom markas polisi, gereja dan masjid pada akhir tahun 2010.

Kenyataan itu memperkuat TOR dialog ancaman bentuk nyata deradikalisasi, khususnya dikalangan kaum muda.

Yang pertama, Romo Carolus, menyampaikan terinspirasi dari cerita kyai dalam suatu pertemuan , diperlihatkan tentang pengalaman sejarah nabi Muhammad ketika berdakwah berjalan kemasjid dilempari dan diludahi respon bertindak ora apa-apa, justru mendoakan, katanya. Karena tangkapan cerita tersebut menurutnya kurang menguraikan maksud isinya dengan jelas, maka menyampaikan kembali maksudnya dalam dialog kali ini bahwa supaya menyadari teladan dari nabi Muhammad tidak akan orang jadi radikal. Orang harus mulai menyadari, manusia secara alamiah menyerupai reactor (nuklir), reactor yang tidak bisa dikendalikan sangat berbahaya, akan terjadi ledakan boom, boom dan boom , begitu jelasnya. Sekali lagi mengendalikan diri, karena musuh saya diri sendiri karena saya reactor. Maka menurutnya jihad bukan untuk mengalahkan orang lain tetapi untuk kendalikan diri. Contoh nabi Muhammad dilempari diludahi ora apa-apa justru malah mendoakan, mengandung orang bodoh perlu dikasihani. Contoh tersebut sebagai makna “berusaha”, belajarlah kepadaku aku lemah lembut dan rendah hati. Dikatakan selama manusia tidak bisa kendalikan perasaan mudah terjadi boom, boom dan boom. Menurutnya yang diperlukan bukan reaksi, namun memperkuat responbility, begitu katanya.

Kemudian H. Ambar wiyadi  mengatakan bahwa dalam setiap acara dibuka dengan ucapan Bismillah hirohman nirohim yang maknanya dengan nama alloh yang maha pengasih dan penyayang itulah pokok dari ajaran islam. Mengerjakan sesuatu tanpa bismillah akan terputus amal hidupnya. Apalagi bila tidak menyantuni anak yatim apalagi tidak kasih sayang terhadap orang miskin itu bisa dikatakan sebagai orang pembohong, begitu katanya. Dijelaskan intinya ajaran agama adalah supaya kita punya rasa empati. Menurutnya agama kalau sudah dimasuki politik, agama bisa jadi radikal. Ditekankan dalam soal keyakinan tidak bisa dicampur adukkan, yang bisa hanya untuk kemasyarakatan dan amal solih.

Lalu Ahmad Syabiq untuk memperjelas tema yang dibahas lebih dulu menguraikan arti kata radikal. Menurutnya pengertian awal radikal sebetulnya bagus. Radikalisme berasal dari kata radik yang berarti akar. Maksudnya ada keinginan untuk memcabut sampai keakar-akarnya,. Ia memberikan contoh tokoh–tokoh pergerakan kemerdekaan berasal dari kaum radikal seperti Bung Karno yang disebutnya dari kalangan nasionalisme radikal, kemudian juga Jendral sudirman dengan gerakan merdeka 100 % dengan Tan Malaka di purwokerto. Lalu pendiri muhammadiyah juga gerakan bersifat radikal dalam memberantas T.B.C. Namun menurutnya dalam perkembangan sejarah bahasa radikal menjadi negative, dipengaruhi kekuasaan tertentu, “status quo”. Tetapi konotasinya saat ini dihubungkan dengan paham yang ingin benarnya sendiri, ekstrimisme. Menurutnya tidak gebyah uyah pengertian radikalisme. Soalnya radikalisme bisa tumbuh dimana saja. Dikatakan kaum muda muda saat ini ada semangat dengan islam, melihat islam sedang di dzolimi, punya keinginan berjuang melawan kezaliman. Menurutnya saat ini terdapat perbedaan pandangan cara berjuang. Bagi orang muslim yang geneologis kebanyakan cara moderat. Yang berbahaya justru kelompok-kelompok kecil.  Kemudian bagaimana agar kaum muda tidak terjebak radikalisme. Maka penting belajar islam pada orang yang punya otoritas. Jangan sembarang mengaji pada yang belum jelas otoritas keagamaannya. Juga pada tingkat organisasi harus jelas. Tak kalah penting nya peran keluarga menanamkan jiwa terbuka, jiwa toleran ditanamkan sejak dini pada keluarga

Sudah bisa ditebak menjadi kesimpulan umum tidak ada agama apapun yang mentoleransi kekerasan.

Namun kenyataan hidup sehari-hari, kejadian penggunaan kekerasan demi agama seringkali muncul, bukankah agama, paham, bahasa, apapun manifestasi tumbuh dalam kehidupan manusia, realitas masyarakat. Bukankah kita sering di perdengarkan, kejadian penggunaan kekerasan demi agama pasti ditolak sebab agama dengan alasan sebagai digunakan saja , sebab dikatakan ada sebab-sebab factor ekonomi dibelakangnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s