MEMAJUKAN KOTA CILACAP

oleh : Paulus Trianto, SE

Hidup berbangsa dan bernegara saat ini bertambah susah. Pemerintah sebagai leading sektor fasilitasi masyarakat, langkah-langkahnya tidak mudah saat ini. Contohnya saat mau menaikkan harga BBM, BBM itu bersubsidi. klo soal melihat munculnya demo-demo selama ini mekanismenya sangat di pengaruhi parlemen, itu karena menganut aspirasi perwakilan.

Klo Kabupaten Cilacap, punya potensi kekayaan, saat ini rakyat tidak diberitahu seperti apa, sebaik apa. nantinya akan muncul kesadaran semakin tinggi, karena demokrasi dengan sistem perwakilan, betul-betul membawa aspirasi.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai pelaksana kebijakan diarahkan, dengan dibayar negara, supaya untuk melayani masyarakat, bukan melukai masyarakat. Hanya karena sejarah aparatur terkontaminasi masa lalu sehingga masyarakat melihatnya aparatur hanya berperan seperti pangreh praja.  Dengan adanya reformasi di harapkan bisa tampil sebagai abdi negara pelayan masyarakat. Proses perubahan paradigma ini harus ada buktinya. Kepala Daerah Bupati berperan bagaimana masyarakat sejahtera, menggunakan tenaga aparatur (PNS) yang di bayar oleh negara, kami aparatur yang menangani tujuan kesejahteraan masyarakat.

Kesejahteraan memang suatu proses panjang yang namanya pelayan masyarakat, pembantu manut. Ini yang kadang-kadang menjadi sulit, seperti halnya di kabinet menteri dari politik sebagai pengabdi masyarakat  tak terpisahkan dari politiknya. Kadang-kadang tidak sama, masyarakat sudah menuntut aparaturnya profesional. Sementara untuk mencapai profesionalitas harus dibekali macam-macam, pembekalan pegawai harus mumpuni, terasa, karena dengan kedepan masyarakat semakin pandai, masyarakat akan menanyakan hasil kerjanya seperti apa.

Saat ini sedang dikaji MenPAN pejabat struktural, pejabat struktural eselon IV (setingkat kasie, kasubdit, kasubag) akan hilang, diganti pejabat jabatan fungsional. Kalau menjadi jabatan fungsional, oarang akan melihat dia berfungsi atau tidak. sehingga jabatan fungsional yang mampu memberi manfaat akan dapat diukur hasil kinerjanya. Sekarang tidak bisa di bedakan yang sregep dan tidak, masih ada yang sama bayarannya. Perubahan ini akan terjadi dan berhasil kalau masyarakat mengawasi, dan memang karena kita sudah menggunakan sistem perwakilan, partai memang harus dominan, konsekuensinya hubungan eksekutif dan legislatif harus ada kesetaraan.

Perjalanan berbangsa dan bernegara saat ini bisa dikaji mana yang baik diteruskan dan mana yang harus diganti. dan sekarang kalau melihat kondisi bangsa memperbaiki sistem bangsa, pemerintahan. Dengan Pancasila nya sebagai sebuah ideologi pada tataran masyarakat masih terasa suasana kebatinannya, nyata keberadaannya, seperti masih berlangsungnya silahturahmi, rembugan; sampai dengan rembugan orang banyak musyawarah. Suasana kebatinan ini di masyarakat masih ada, hanya tidak menonjol. Ini memang harus di uri-uri (dirawat). Hanya sekarang bagaimana mewujudkan paham secara utuh dan cerdas. Pancasila mudah dipahami masyarakat dengan adanya musyawarah, menunjukkan perwakilan yang tepat. kalau sila-sila yang empat dipegang secara utuh mampu mewujudkan sila kelima. caranya kita harus kerja keras, dapat juga melalui modernisasi manajemen zakat, infaq dan sodaqoh, artinya menyemaikan suasana kebatinan persaudaraan gotong royong kita akan semakin tinggi. Dulu, para orang tua dulu menyebutnya kita itu orang-orang paguyuban. Dengan suasana seperti itu ke rakyat pun termotivasi untuk guyub.

Sekarang bangsa kita sudah banyak orang jadi pintar, dengan banyaknya sarjana lulusan perguruan tinggi, namun suasananya ini belum bertumbuh baik, karena apa, karena belum fokus. semua permasalahan ingin ditangani. tapi yang fokus lebih terasa lebih baik hasilnya. sekarang apa yang mau di besarkan dulu, sehingga geliat pertumbuhannya lebih terasa.

Sebagai contoh kalau menengok suasana kota kabupaten cilacap, kita punya tinggalan yang sangat bagus, yaitu adanya pelabuhan alam, ini dapat dijadikan sebagai proses pertumbuhan perdagangan. Sebagai satu-satunya pelabuhan di selatan pulau jawa, dapat sebagai pintu gerbang lewat selatan, semua akan lewat Cilacap. Padahal semua area pesisir  bisa dijadikan pelabuhan. Nah jadi kita bisa enggak fokus untuk pertumbuhan Cilacap. Ini bisa menjadi kekuatan kita. Kalau pelabuhan dibuka melayani peredaran barang dan jasa, Sumber daya Manusia kan tertarik. Untuk menuju ke sana kita pun harus punya home industri, disebutkan kita punya 30.000 (tiga puluh ribu) UKM, ini harus ditingkatka,n supaya dalam peredaran barang dan jasa, berangkatnya ikut terbawa. Lalu dalam hal hubungan perdagangan, muncul pengusaha-pengusaha, tentunya butuh mitra, kendala bahasa menciptakan ditingkatkan. Klo fokus terjadi Cilacap bisa menjadi grosir.

Kemudian Pulau Nusakambangan, terlepas kendala status pengelolaan, siapapun melihatnya itu sangat potensial, dapat menjadi industri pariwisata.  Yang namanya industri pariwisata, perhotelan dan kuliner akan bertumbuh dan ditumbuhkan. Saat ini suasana wisata hubungannya sangat sulit. Kalau ditanyakan orang yang datang ke Cilacap, apakah ke pingin lagi, sepulangnya dari berwisata (di Nusakambangan), jawabannya tidak lagi. Karena tidak ada pendukungnya. Suasana kebatinan tidak ada. Artinya kalau ada home stay, ada rumah panggung menghadap kelaut, ditambah kuliner dari lautan seperti makanan ikan lobster yang kesedian dari laut selatan bagus-bagus, sepertinya hal ini akan membuat betah dan terjadi multiplier effect pertumbuhan ekonomi lapangan kerja.

Sesungguhnya luar biasa potensi di Nusakambangan, sedikit yang mengetahui, potensi alamnya terdapat Pantai Ranca Babakan, letaknya ujung barat Nusakambangan, pantai nyai membentuk teluk, panjangnya mencapai 7 Kilometer, berpasir putih. Dari Lembaga Pemasyarakan (LP) Permisan ke arah barah barat sejauh 12 km.  Untuk mencapainya, sudah ada jalan kesana, di bangun jaman Bupati Hari Tabri, tinggal diperbaiki bangunan jalan jembatan, suasana sungguh elok, kalau boleh mengibaratkan seperti sorga.

Memang masalahnya saat ini kendala potensi wisata pesisir Cilacap adalah soal status pengelolaan, di pesisir barat di klaim milik angkatan darat walaupun faktanya sedikit di gunakan, di Nusakambangan terkendala status dengan Depkumham yang menetapkan sebagai wilayah Penjara super security. Sebenarnya yang di butuhkan Kabupaten hanyalah sinergi kebersamaan. Dan untuk pulau Nusakambangan secara historis masuk geografis Kabupaten Cilacap dan pernah sebagian masyarakat Nusakambangan masuk administrasi kependudukan kecamatan Cilacap Selatan. Upaya mensinergiskan sudah bertemu dengan Dirjen lapas, dengan membawa surat Bupati untuk kerjasama. Sebenarnya dilapangan pengelola Lapas tidak mampu merawat pulau tersebut, di buktikan dengan saat ini kerusakan hutan di Nusakambangan sudah mencapai 4000 Ha.

Dengan segala problem yang mengiringi pertumbuhan Cilacap. Untuk lebih fokus menangani kemajuan  Cilacap kalau perlu menginisiasi membentuk sebuah lembaga Pusat Penelitian dan pengembangan. Hal ini diperlukan lebih memberdayakan apa saja yang akan dikembangkan, mana dulu sebagai pusat pertumbuhan kemajuan. Di dalamnya terdapat orang-orang ahli sekalian bagaimana biaya dan langkah-langkahnya, tentunya hal ini akan fokus membentuk kinerja yang nyata dan akan terlihat jadi berbentuknya.

Paulus T
Kepala Satpol PP Kabupaten Cilacap. 

One response to “MEMAJUKAN KOTA CILACAP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s