Generasi baru : Memperingati Hari Pahlawan, 10 Nov 2012,

Peristiwa kepahlawanan, perlu kita apresiasi dengan rasa hormat setulus-tulusnya, bukan karena disadari bahwa ukuran kepahlawanan itu diakui berdasarkan putusan pemerintah-ditentukan tidak saja berdasarkan pertimbangan politik, tetapi juga kultural. Keutamaannya karena adalah pengorbanan taruhan jiwa, para pendiri bangsa, diatas bumi pertiwi yang kita diami saat ini, generasi 2012 menikmati kebebasannya. Dan bukankah kesediaan menghadapi resiko dari kekerasan yang dilakukan demi kelanjutan hidup adalah sesungguhnya perbuatan kultural yang paling intens ? Hasrat mempertahankan diri bukan saja naluri manusia yang paling mendasar, kesediaan melibatkan diri dalam tindakan kekerasan, demi membela bangsa-adalah ukuran yang paling tinggi dari kesetiaan.

Revolusi belum selesai

Peritiwa itu, segera setelah dikumandangkan proklamasi kita (pendiri bangsa) harus meneruskan perjuangan fisik menghadapi musuh revolusi, berupa kolonialisme dan imperialisme Belanda dan inggris,10 november di surabaya,  melalui Bung tomo dengan pidato menggelorakan semangat rakyat jelata adakan perlawanan bumi hangus, pada  belanda yang membonceng inggris mau kembali melikuidir negara proklamasi, peristiwa itu kini kita kenang hari pahlawan.

menyusul kemudian yang dihadapi adalah kapitalisme dan leberalisme ketika kita ingin menegakkan RI berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila. Itu sebabnya Bung Karno menegaskan bahwa revolusi belum selesai. Bung Karno tetap memandang sampai akhir hayatnya selama menghadapi musuh-musuh bangsa revolusi tetap belum selesai.

Generasi baru,

Kita sekarang tidak seperti itu, berjuang untuk menentang, melawan dan meruntuhkan pemerintahan/kekuasaan kolonial. Kita menerima dan mengakui dengan sadar bahwa Republik Indonesia betapapun jelek dan rusaknya adlah Negara dan pemerintah kita sendiri. Maka perjuangan adalah supaya pemerintah mentaati dan menjalankan konstitusi/ UUD 45 – mandat revolusi dan Nasional Indonesia, dengan sungguh sungguh. Baik mengenai sistem pemerintahan, maupun berbagai kebijakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk kesejahteraan seluruh rakyat, untuk hak-hak demokrasi dikalangan rakyat, untuk perlakuan hukum yang sama bagi seluruh rakyat, untuk suapya bumi, air dan yang terkandung didalamnya diperuntukkan dengan sungguh-sungguh untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Semuanya itu tercantum dalam Undang-undang Dasar 45. Untuk semua itu Negara republik Indonesia didirikan, bukan untuk memperkaya diri sendiri penyelengaranya. Dengan kata lain, penyelenggara negara yang tidak mentaati UUD akan kehilangan keberadaanya. Jika sampai hari ini rakyat keadaan rakyat indonesia semakin banyak hidup sebagai kelas “pariah” yang tersingkir dan terasing dari alat produksinya, terekploitasi tenaganya dan sepanjang keturunannya menjadi kebrutalan ekspansi kapitalisme dan komprador yang berda di tubuh sistem negara, adalah akibat terbentuk Negara kekuasaan yang tidak amanah penderitaan rakyat.

bersambung….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s