Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) ;

Petani Masih mampu Memecahkan Solusi Produktivitas 

Harus kerjasama dalam menghadapi cuaca ektrim saat ini, kecenderungan pemanasan suhu udara sudah berlangsung lama, ke arah kekeringan dan luas lahan pertanian semakin menurun. Bila hal itu dibicarakan, sudah tentu ini, pemahaman kita, berdampak pada kondisi produktivitas lahan pertanian dan ketahanan pangan.  Bila sekarang dilihat, maka geliat petani dalam mengatasi persoalan, sudah ada terobosan untuk meningkatkan produktivitas lahan maupun pemakaian teknologi baru.  “ada petani mampu menghasilkan produksi perhektar 9 Ton, ini bisa, petani melakukan terobosan menggunakan benih varietas unggul baru hibrida, memang benihnya lebih mahal sekitar Rp.50 ribu lebih, namun petani menyadari klo di hitung selisihnya bisa dua (2) ton, hasilnya bisa Rp. 8 juta. Dan di jamin, karena benihnya sudah di rilis menteri pertanian”. Kata Kepala BP2KP, Ir. Sujito, Msi.

Segi kesuburan tanah tempat bersemainya benih, juga sangat perlu diperhatikan, karena selama ini tanah pertanian, sudah berlangsung lama penggunaan pupuk kimiawi, kemungkian tanah tercemari, sehingga perlu terobosan penggunaan pupuk alamiah. “sudah banyak petani menggunakan pupuk organik, bermanfaat bagi bagi kesuburan tanah” demikian tambahan penjelasan kepala BP2KP

Dari data pantauan; saat ini dari sisi produksi stok beras gudang BULOG di Kabupaten Cilacap tidak terpengaruh, contohnya daerah Binangun masih panen dan kroya menjelang panen, sedangkan kemungkinan cuaca oktober mendekati musim hujan dapat terjadi jelang musim tanam kembali, sehingga bisa panen tiga kali setahun.

Menurut kepala BP2KP,  tak dipungkiri saat ini terjadi pengurangan lahan pertanian akibat pertambahan penduduk . “solusinya meningkatkan produksi persatuan lahan”. jelas Ir. Sujito

Selanjutanya Kepala BP2KP mencontohkan, “model kami penyuluhan, petani di bawa ke wilayah produktivitas prestasi bagus, dengan itu dikenalkan upaya tata cara peningkatan produksi , sesudahnya tokoh-tokoh petani baru akan menularkan ke lingkungan masing-masing”.  Memang ada hama tikus, ini pun di mana mana ada, dan ada yang puso akan tetapi tidak terlalu banyak, karena penggunaan varietas unggul baru tahan hama penggangu sawah. Demikian jelasnya.

Target menambah stok pangan, meningkatkan produksi luas lahan tercapai, untuk menghadapi alih fungsi lahan terus berlangsung harus ada upaya melakukan diversifikasi bahan pangan, dengan konsumsi beras yang harus terus diperkecil, diganti dengan makanan olahan lokal seperti umbia-umbian diolah yang menarik, dibarengi pelatihan dan pameran akan mengangkat ekonomi potensi lokal,. Upaya-upaya ini harus ada kerja sama berbagai pihak, khususnya sudah berjalan kerjasama  antara SKPD pertanian pada sisi infrastruktur dan BP2KP pada sisi penyuluh, telah berhasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s