HNSI Cilacap Menuntut Pertamina U.P IV,

HNSI Kabupaten Cilacap menuntut Pertamina U.P. IV

Dampak pencemaran dilaut, nelayan sulit mendapat ikan ,

Bukan kali ini saja tumpahan minyak di laut di lokasi SPM (areal 70 / 9 Juli 2011) akibat beroperasinya kapal-kapal Pertamina. Hal itu, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Cilacap mengelar pertemuan di Gd. HNSI tanggal, 12 Agustus 2011, di hadiri antara lain Pengurus HNSI , Perwakilan Pertamina, BKLH Pemda Cilacap dan wakil DPRD, salah satunya membahas surat HNSI No. A.62/HNSI/Cp/VII/2011, yang di tujukan kepada Pertamina U.P IV, Perihal Permohonan Kompensasi Kerugian Nelayan Akibat Pencemaran Tumpahan Minyak. Dalam pertemuan tersebut di bahas jawaban surat dari pihak Pertamina, No. 396 /E14000/2011-SO, tanggal  9 Agustus 2011. Dalam surat balasan, disebutkan, pihak Pertamina, sampaikan beberapa hal, terdapat enam (6) point antara lain, bahwa pihaknya samapaikan permohonan maaf kepada HNSI atas terjadinya ceceran minyak di lokasi SPM pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2011, Dan telah berupaya keras melakukan pembersihan akibat ceceran minyak dengan menggunakan peralatan dan bahan yang ramah lingkungan (hidrocarbon absorbent) dari tanggal 9 juli sampai dengan 12 juli 2011, dan pembersihan di bantu oleh tenaga nelayan dengan menggunakan 103 perahu kecil dan 11 compreng/ perahu menengah dan telah memberikan kompensasi biaya pembersihan kepada nelayan perahu tersebut dan penduduk, sebanyak kurang lebih 1.700 orang, dan juga telah di tandatangani Berita Acara Kesepakatan Penanganan Ceceran Minyak pada tanggal 12 Juli 2011, yang di setujui sembilan (9) Perwakilan Nelayan /masyarakat, dalam point-point kesepakatan antara lain di sebutkan bahwa ceceran minyak tersebut telah dapat di tangani sehinnga tidak menimbulkan dampak pencemaran dan perusakan lingkungan dan sesuai kesepakatan, telah dilakukan pembayaran tali asih Rp. 100.000,-perblong, total sebanyak 1761 blong.                                                                                                  

Ketua HNSI Cilacap,  Atas Munandar, di depan forum pertemuan, mengatakan dengan berbagai pertimbangan pembahasan, dampak pencemaran terhadap kelangsungan hidup nelayan, belum bisa menerima dan keberatan terhadap jawaban pihak Pertamina U.P IV, HNSI tetap menuntut adanya kompensasi akibat dampak pencemaran. Sedangkan Pemda Cilacap melalui Kepala BKLH, Drs. Suyono, mengaku hadir sebagai fasilitator, di karena kan pencemaran tumpahan minyak dampaknya dapat berupa berbagai aspek teknis maupun sosiologis.                                                                                 

Seperti dikatakan warga asli nelayan, selama ini laut kabupaten Cilacap digunakan oleh Nelayan tradisional tempat mencari ikan, telah memberikan hasil yang cukup baik buat kehidupan sehari-hari. Apalagi letak alur lautnya di tengah antara keberadaan pulau Nusakambangan dan daratan Cilacap, sehingga terlindungi, menjadikan kabupaten Cilacap memiliki Pelabuhan alam terbaik di pantai selatan pulau jawa. Setelah menjadi pelabuhan kawasan industri, dengan hadirnya Pabrik Pengolahan Minyak Pertamina, Pabrik semen Holcim dan PLTU I Karang kandri, laut tersebut menjadi perlalu-lintasan angkut barang dan kapal-kapal tanker keperluan pabrik industri. Laut yang awalnya  tempat kehidupan nelayan menjadi semakin tercampuri oleh beroperasinya kapal-kapal besar, yang adakalanya kapal yang mengangkut bahan tambang dan bahan bakar minyak tumpah bercecer dilaut. Ketika Jurnalis media ini dalam pertemuan tersebut, minta pendapat Wakil DPRD Kabupaten Cilacap, Paijan, dikatakan, “bahwa dampak tumpahan minyak di laut adalah soal pencemaran lingkungan dilaut, dimana tidak dapat dilihat dan dibuktikan sekarang. Dengan mengumpakan secara logika saja, dikatakan ,bisa saja tumpahan minyak terbawa air laut  dan mengendap menimbulkan air laut tercemar zat-zat beracun, akibatnya jangka panjang nelayan sulit mendapatkan ikan karena laut sudah tercemar”. begitu terangnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s