Dialog Penglolaan Pemkab Cilacap

Dialog :

 Pengelolaan Pemkab Cilacap era otda

Dalam era otonomi daerah menjadi terbiasa melihat kebijakan pemerintah daerah bervariasi antara satu kabupaten dengan kabupaten lainya. Faktor manajemen Pemerintahan Daerah dan kepemimpinan menjadi ujung tombak keberhasilan daerah, oleh sebab itu ada daerah yang berhasil dan tidak. Keberhasilan banyak didukung administrasi pemerintahan yang efektif dan maju, hal itu tercapai kalau pemimpinnya memiliki konsep, pemikiran dan tindakan yang rasional. Sebab sebuah kebijakan yang berorientasi pada kebijakan publik akan sesuai kebutuhan pembangunan daerah dan serta pemenuhan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakatnya akan lahir dan diimplementasikan.

Ada catatan menarik; pengalaman sejarah (jas merah) adalah guru terbaik; dari pengalaman mantan Sekda Kabupaten Cilacap; Ir. Adi Sarosa MM, periode th 2001-2004; masih ada ingatan publik yang pada jamannya Pemda Cilacap dengan APBD ± 600 Milyard bisa mampu efisiensi mempunyai Dana Abadi sebesar 30 M sehingga total s/d akhir th. 2004 sebesar= 53 M dan pada saat itu rakyat bisa menikmati berobat gratis di puskesmas dan adanya sekolah gratis; yang pada saat ini th. 2011 hal itu sangat muskil, akibat APBD salah satunya banyak menyedot untuk gaji pegawai dan kecilnya DAU dan Pilkada.  Pada tahun 2011 APBD ± 1,3 M dengan DAU TA 20011 sebesar 877.475.472.00, hanya cukup untuk membayar gaji pegawai yang mencapai Rp. 769.260.540.000, adapun PAD yang disepakati Cuma Rp 160 Miliar. Salah satu solusinya, pada tahun 2011, dianggarkan aspal swadaya sebesar 15 M; jadi kalau ada desa akan mengaspal jalan dan membangun, Pemkab hanya bisa membantu aspal dan semen. Kebutuhan lain ditanggung warga secara swadaya dan Desa juga ditopang dengan bantuan Alokasi Dana Desa (ADD) yang pembagiannya dilakukan secara proporsional  yakni desa mampu, sedang dan kurang mampu; untuk desa kurang mampu mendapat Rp. 130 juta, desa sedang Rp.120 juta dan desa mampu rp. 115 juta. berbagai elit politik menyampaikan kondisi tahun ini tahun 2011 sebagai kemampuan keuangan Pemkab semakin menurun untuk pembangunan.

Pada kesempatan waktu ketemu mantan Sekda Ir. Adi Saroso;  media KP menyinggung soal-soal tersebut; berikut ulasan pendapatnya: Menurutnya hal ini Perbedaannya pada kunci metode pengelolaan saja; padahal DAU relative sama besaran jumlah penduduk dan luas wilayah yang jadi acuan, logikanya APBD Cilacap pasti lebih besar daripada daerah Banyumas lain. Klo jaman orde baru ada kebiasaan Pengelola Anggaran berpatokan teori perencanaan bahwa pada setiap anggaran tahun berikutnya dialokasi anggaran pembangunan maupun rutin minimal dinaikkan 10 % setiap tahunnya dari tahun sebelumnya, ini pandangan yang keliru. Banyangkan klo orde baru 30 tahun kan bisa naik 30 %, yang benar sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah. Klo model orde baru masih diterapkan bisa jadi pemborosan. Walaupun kebutuhan anggaran sebenarnya  sudah cukup. Nah klo itu perbedaannya cara pengelolaannya. Yang benar metode efisiensi maka perlu di cek kembali; sebenarnya biaya rutin berapa? Tapi ini kebijakan yang tidak populis! karena akan berpengaruh mengurangi realisasi. Mengumpamakan sebagai kebijakan yang “nyengiti”; itulah yang bisa ditabung dalam dana abadi. Diberikan gambaran yang lain soal terdapat gedung-gedung SKPD yang tersebar nampak kurang beaya perawatan tidak efisian, makanya pada jaman saya dulu ada rencana ruislag untuk membangun gedung baru (tukar bangunan/ apraisal). Dijadikan gedung pemda terpadu yang representative apabila terwujud kantor menyatu dan pemda tidak kehilangan duit. Sehingga kantor baru biaya pemeliharaan dan perbaikan gedung baru tidak ada ; minimal s/d 5-10 tahun, sehingga uangnya dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang masih sangat dibutuhkan oleh rakyat. Ndak usah cerita ekonomi kerakyatan mengapa karena fakta di masyarakat klo kita memetik pisang satu tundun seharga Rp.150 ribu paling rakyat menikmati 50 % nya dan yang 50 %nya lagi untuk ongkos angkut dan pikul. Oleh karena itu langkah-langkah yang diambil sekarang tinggal keberaniannya untuk efisiensi anggaran apa tidak. Klo gaji; gaji PNS +DPRD + tunjangan jabatan; tidak bisa diapa-apakan kecuali keluar pensiun (pecat). Sedang klo rutin yang lain bisa diefisienkan. Disarankan 70 % untuk pembangunan +  20 % untuk rutin. Efisiensi tetap tidak menyenangkan orang per-orang tapi demi rakyat maka baru bisa menaikkan anggaran pembangunan.  KP.

2 responses to “Dialog Penglolaan Pemkab Cilacap

  1. program ini sungguh sangat membantu perkembangan desa, terutama adanya aspal swadaya. semangat masyarakat semakin terlihat dan meningkat. terbukti di lingkungan kami tepatnya dusun tegalsari desa layansari kecamatan gandrungmangu kabupaten cilacap. per RT yang beranggotakan rata-rata 50KK, sanggup mengeluarkan dana swadaya 10 Jt per RT. jadi 3 RT dapat menggalang dana 30 Jt. dan dana tersebut kami alokasikan untuk aspal swadaya jalan dukuh sepanjang 550M X 2,5 M di desa kami. dan material sudah kami belanjakan sejak bulan mei 2011, kami tinggal menunggu bantuan aspal dari pemda cilacap. semoga bantuan aspal swadaya bisa secepatnya diterima masyarakat.

  2. dana aspal swadaya di dusun tegalsari desa layansari kecamatan gandrungmangu, yang terealisasikan sebesar 30 Jt dari 3 RT. bukan karena dusun kami kaya, makmur atau ekonomi lebih. tapi karena kesemangatan warga yang sangat luar biasa demi mencapai cita-cita mbangun desa. padahal aktifitas harian warga dusun tegalsari desa layansari kecamatan gandrungmangu kabupaten cilacap hanyalah bertani, (istilah jawa; Mbawon, keprek), membuat batu bata, IRT gula merah. tidak jauh beda dengan dusun-dusun yang lain diwilayah desa layansari. bayangkan, dengan ekonomi rendah yang sedemikian rupa, masyarakat mampu menggalang dana 30 jt dari 3 RT. ini adalh sejarah baru di desa layansari kecamatan gandrungmangu kabupaten cilacap. ternyata masyarakat sangat respon dengan adanya program “bangga mbangun desa”. trima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s