Sumber Daya Hutan, BUPATI Harus Tegas

Kinerja  Pengelolaan :

Sumber Daya Hutan, BUPATI Harus Tegas

Masih kurang maksimalnya pengelolaan Sumber Daya Hutan terkait meningkatkan isu pemanasan global yang saat ini dirasakan penduduk dunia diiringi cuaca ektrerm dampaknya menurunkan kualitas penopang hidup keluarga pedesaan dan pesisir yang merupakan mayoritas masyarakat Indonesia.

Belum maksimalnya potensi sumber daya alam hutan menjadi kemakmuran masyarakat lokal menjadi salah satu faktor otonomi daerah (otda) belum dirasakan masyarakat, padahal dalam era otonomi daerah diwilayah hukum kewenangan kabupaten dalam kepentingan mensejahterakan masyarakat perlu ada tindakan kemauan politik yang tegas.

Secara geografis kabupaten Cilacap di Jawa Tengah luas wilayahnya terluas dengan keberadaan sumber daya hutan sisi sebagian selatan dan deretan utara pegunungan potensi sangatlah besar, namun penguasaan dan pemanfaatan masih sentralistis  pusat melalui perhutani sedangkan pemda tidak bisa mengatur mau dimanfaatkan kemana hasil hutannya, wewenang pemasarannya dari pusat.

Dalam Otda peraturan keuangan daerah dan pusat diatur dalam Undang –Undang UU No.33 Tahun 2004 Tentang dana perimbangan keuangan pusat dengan daerah.  Kedudukan hutan dikuasai Negara melalui kementrian kehutanan; Pajak bumi bangunan (PBB) perhutani, perkebunan, pertambangan masih terpusat, hanya daerah dibagi provisi (IHH). Sedangkan hasil kayu bukan hutan ijin penebangan melalui daerah yakni Bupati.  Dikuatkan dalam ketetapan perda No. 12 Tahun 2001 selama ini surat ijin penebangan masih melalui Bupati dalam rangka penertiban, sedangkan restribusi hasil tebang kayu milik perorangan dicabut sejak 10 januari 2011; kini surat keterangan asal-usul sumber kayunya cukup dari kepala desa; sehingga kabupaten kehilangan PAD nya.

Selain itu dari pantauan media KP pemanfataan hasil hutan di TPK (tempat penimbunan kayu) sebagian untuk menutup kontrak melalui propinsi ke pusat dan sisa prosentasi lebih kecilnya untuk masyarakat Asosiasi Perkayuan dan itupun masyarakat kabupaten cilacap selama ini hanya dapat produk kayu hutan lebih sedikit dari pada pengusaha luar daerah.

Hal inilah menjadi manfaat potensi produk hutan belum dirasakan masyarakat daerah.

Seharusnya ketika dalam wilayah hukum Kabupaten Cilacap dalam pemanfaatan produk hutan dan dalam memberikan surat ijin tebang Bupati harus tegas demi kesejahteraan masyarakat daerahnya.

Sedangkan konsekwensi kabupaten terdapat wilayah hutan menanggung tersedianya kelembagaan terkait; Dinas Kehutanan dan perkebunan  (Dishutbun); dalam RAPBD 2011 dianggarkan ± 4 Milyard. selaras dengan Visi dan Misi Pemda Cilacap Bangga Mbangun Desa kegiatan yang sudah dilaksanakan : November dan Desember 2010 disetiap kecamatan :

-menanam pohon :- jati lokal 3000 batang, – jabon 3000 batang,- mahoni 2300 batang, – mangga 2000 batang, – rambutan 1500 batang

Dalam rangka penegembangan hasil hutan selain kayu : Kerjasama dengan PKK dalam rangka usaha mandiri melaksanakan 10 stup (tudung) lebah madu

Dari Dana alokasi khusus (DAK): -pembuatan hutan 100 ha lokasi dayeuh luhur mencakup 4 desa.

Kebun Bibit Rakyat (KBR) prioritas DAS : -KBR 24 unit; 1 unit minimal bibit 5000  batang, dananya per / unit 50 jt. dan lain-lain .

Pemkab saat ini hanya mendapat bagi hasil produk manfaat hasil hutan melaui Provisi sumber daya hutan; Perhutani tiap tebang kewajiban membayar melalui pusat untuk daerah dengan bagi hasil :-Kabupaten penghasil : 30 %,-Provinsi : 16 %,-Pusat : 20 %. Dari rekonsilsiasi pemerataan penghasil : 32 %.

Dibutuhkan kinerja pengelolaan sumber daya hutan yang lebih baik untuk mengantisipasi kecendrungan pemanasan global menghasilkan cuaca ektrem dampaknya menurunnya penopang hidup keluarga pedesaan dan pesisir yang merupakam mayoritas masyarakat indonesia. KP-HEROiid.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s